Tulisan ke gelisahanku

Tanggal satu bulan satu dan tahunnya pun diakhiri dengan angka satu sebanyak dua kali, enam bulan kemudian tanggal satu bulan ke empat ujungnnya dua belas adalah awal kehidupan ku dengan istri dan anakku yang cantik imut mirip dengan bapaknya. satu kegelisahannku ketika aku masih tinggal  dengan orang tuanya istriku. planing yang semula aku rancang untuk membesarkan anakku dengan pendidikan ya pertama semenjak anakku masih disusui ibunya. penanaman kemandirian yang diberikan oleh orang tua itu tidak sejalan dengan harapanku, yang selalu mengukur dengan materi dan mendahulukan uang diatas segala galanya. aku menginginkan anak ku tumbuh dengan kemandirian seperti bapaknya.

Memang aku yang salah yang tidak bisa memantau perkembangan anakku, karena perkerjaanku jauh dari daerah tempat tinggal orang tua istriku. suatu hari ketika pulang kerja agak siang, anakku nangis tanpa sebab, kebetulan istri lagi dibelakang. aku berusaha untuk mendiamkan anakku supaya tidak menangis, biasanya anak itu di ajak bicara saja sudah diam, tapi dia masih menangis, kemudian aku gendong sebentar dia berhenti menangis, aku baringkan lagi, menangis lagi, aku gendong lagi, menangis lagi.aduh anakku sudah bau tangan (artinya ketergantungan pada gendongan) pikirku, emmh.

Karena kejadian itu berencana secepat mungkin untuk pindah dari rumah itu, keinginan itu terpaksa tidak jadi jadi karena, yang namanya pindahan itu memerlukan biaya. aku gak punya biaya ….hik hik hik.

aku ingin pergiiiiiiiiiiiiiiii, aku ingin pergiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii**^52#@ !!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s