Mau ke SMA atau Ke SMK ya ?

Bagi teman-teman duduk di kelas 3 SMP dan sekarang masih anget-angetnya ( kue serabi kali lagi anget-angetnya!) kalian telah melaksanakan UJian Nasional atau UN, sudah barang tentu saat ini sudsah mulai berfikir dan bertanya-tanya akan melanjutkan kemana ya?, Pilihan akan masuk ke Sekolah Menengah Atas  atau kejuruan ( SMA atau SMK) masih mejadi topik pembicaraan di kalangan para pelajar. apalagi disaat-saat seperti ini. saat dimana siswa sekolah menengah pertama / SMP atau sederajat telah selesai melaksanakan ujina nasional dan bingung menentukan kemana tujuan jenjang pendidikan mereka, apakah akan ke SMA atau SMK atau bagi yang tamatan MTS akan ke MA (Madrasah ALiyah). sebaiknya keputusan seperti ini dipikirkan dahulu dengan tenang dalam suasana yang santai mungkin. karena hal ini akan sangat berpengaruh kepada masa depan kamu.  sebelum memilih yang tepat, tentunya kamu harus tahu dulu akan kearah mana program pembelajaran yang ditawarkan oleh SMA dan SMK atau pun MA.

seperti yang mungkin sudah kamu ketahui, program belajar di SMA atau MA menyasar mereka yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi karena kamu tidak dibekali dengan skill atau keterampilan. sedangkan program SMK  akan mendidik kamu yang ingin langsung terjun ke dunia kerja. meskipun tidak menutup kemungkinan pesertanya dapat pula melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. maka, SMA adalah pilihan yang sangat baik jika kamu ingin melanjutkan ke perguruan tinggi setelah lulus nanti. sedangkan SMK patut dilirik jika, usai lulus nanti, kamu ingin langsung bekerja.

kemudian untuk mempertimbangkan sekolah menengah yang ingin di ambil tentunya harus dengan matang dipertimbangkan supaya nanti tidak menyesal atau fatal akibatnya, yang pertama harus kalian lakukan adalah pilihlah sekolah yang mempunyai prospek cerah, biaya kuliah yang mahal membuat banyak mahasiswa sedikit bekerja keras  untuk membiayai kuliahnya dengan tujuan ingin tetap eksis di bangku kuliah. tak heran jika kemudian tercetus anggapan bahwa sekolah di SMK lebih enak, karena kalian bisa melakukan hal itu yaitu bekerja sambil kuliah atau  kuliah sambil bekerja.

tapi, kenyataannya, aktivitas dobel ini punya segudang kendala, terutama dalam hal kuliah. pasalanya, tidak mudah bagi lulusan SMK untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus, mengingat setelah sebelumnya setiap hari mereka dijejali dengn konsep yang nyata, kini mereka kudu berfikir logis atau abstrak. problem penelitian, kreativitas dan miskin wawasan (semoga anggapan ini salah) masih melekat di wajah SMK, sehingga tidak sedikit siswanya yang kemudian kuliahnya putus ditengah jalan, karena sulit beradaptasi dengan lingkungan kampus. anggapan ini mungkin saja benar mungkin juga salah).

Dalam hal ini peran pemerintah sangat diperlukan, supaya lulusan SMK tidak hanya jadi tenaga teknis saja. salah satu langkah nyatanya adalah dengan mendirikan sekolah SMA berbasis SMK atau sebaliknya dalam artian lain kurikum SMA harus dipadukan dengan kurikulum SMK. sehingga antara  ilmu pengetahuan dan keahlian bisa seimbang.

yang pasti, baik SMA atau SMK ada plus minusnya. jadi, pilih yang mana dong, dalam hal ini coba lah minta pendapat dari guru mu, atau dari orang tua atau mungkin juga kepada orang yang sudah berpengalaman.

selanjutnya sukses selalu, bagi yang akan melanjutkan dan jangan ragu-ragu untuk meraih masa depan yang gemilang, songsong cita-cita mu dengan suka cita walaupun aral rintangan menghadang usahakan tetap fokus, fokus dan fokus.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s