Gagal Ujian Nasional Tak Berarti dunia telah berakhir

mari bernyanyi: dunia telah berakhir bila kau putuskan aku masih banyak teman-temanku di sana menemaniku he he ..!

bukan dunia belum berakhir yang ini, ini adalah penggalan sebuah nyanyian….tapi Dunia Belum Berakhir jika Ada di antara teman, sahabat, keluarga, anak murid, atau pacar kita mungkin yang gak lulus ujian Nasional kemarin. wah sedih ya ….tapi jangan terlalu di masukan ke hati “always smile and happy” aja..! nah di bawah ini ada cara untuk mengelola rasa kecewa dari orang yang disebutkan tadi. artikel ini dimuat oleh Media Indonesia, ya bagi yang belum baca atau gak sempet baca…gitu !

Mengelola rasa kecewa anak

Dua pekan terakhir, masyarakat dihebohkan dengan pemberitaan terkait dengan kegagalan siswa -siswa sekolah menengah umum (SMU) dan sekolah menengah Kejuruan (SMK) dalam ujian nasional (UN). paling tragis nasib Sri Wahyuningsih, siswa SMKN Muarojambi, jambi, mengakhiri hidupnya memakan pupuk lantaran gagal UN. ih sereem ya..!

Kemudian sekitar 30 siswa SMK PGRI Ponorogo, jawa Timur, mengamuk dan memaki gurunya dengan alasan yang sama. belum lagi siswa siswi yang stress akibat tidak lulus UN. emh ..yang sabar  ya nak …!

salah satunya adalah Mitha, 18 tahun. pelajar sebuah SMU swasta bersama enam temannya kecewa karena gagal UN. namun, kini ia tengah bertekad untuk mengesampingkan rasa kecewanya, dan berusaha keras untuk menghadapi ujian ulang. terus semangat pantang mundur neng …!

Remaja putri yang gagal dalam ujian matematika ini menuturkan, orang tuanya sempat mempertanyakan kesungguhannya dalam belajar ketika mengetahui ia gagal. menurutnya, orang tuanya pun sempat memarahinya .

namun Mitha meyakinkan , orang tuanya tidak memberikan hukuman fisik padanya. selain itu, teman-teman sekolahnya yang lulus pun tidak mengacuhkan atau membeda-bedakan dirinya dengan yan lain. kini ia merasa lebih akrab dengan enam kawannya yang juga gagal UN.

Butuh Dukungan

Psikolog keluarga Widiawati Bayu berpendapat, dalam situasi  yang diliputi rasa kecewa pada anak, orang tua punya peranan penting. menurutnya orang tua perlu mencari tahu apa yang menjadi penyebab utama kegagalan anak. “apakah karena anak tidak belajar?. anak memang punya kemampuan di bawah rata-rata atau biasa saja, atau sebenarnya anak pandai tapi dia mengalami stress sebelum menghadapi ujian,” jelasnya.

dengan diketahui penyebab kegagalan, orang tua akan tahu apa yang harus dilakukannya dalam menghadapi anak. anak yang semula kurang serius menghadapi UN, harus didorong untuk mempersiapkan diri sungguh-sungguh dengan kesempatan ujian  ulang.

dalam hal ini orang tua bisa membantu secara praktis dengan memberi masukan metode belajar  yang benar, dan pola pembagian waktu belajar. orang tua tidak boleh bosan mengingatkan anak untuk fokus dengan studinya, supaya tidak gagal lagi. sementara itu dengan anak yang tergolong pintar dan rajin, biasanya hal yang menyebabkan gagal UN adalah rasa tertekan dan tegang menjelang ujian. dalam menghadapi anak yang semacam itu orang tua perlu membantu anak untuk mengurangi stress.

Bukan Akhir Dunia

gagal UN yang membuahkan kekecewaan tidak hanya milik anak. Orang tua pun sering ikut larut dalam kekecewaan. dalam menghadapi anak yang gagal orang tua harus bisa mengendalikan emosi dan kekecewaannya. jangan langsung memarahi anak dan menuduhnya malas belajar. kegagalan harusnya dimaklumi , siapa sih orang yang ingin gagal?/ bahkan anak yang cenderung susah diatur atau memiliki kecerdasan di bawah rata-rata pun tak ingin gagal. memarahi anak justru hanya akan membuat anak makin hancur, dan kehilangan semangat untuk bangkit. sebaliknya orang tua perlu mengelola rasa kecewa anak menjadi semangat baru untuk kembali bangkit. orang tua juga perlu menekankan bahwa gagal UN bukanlah akhir dari hidup anak. orang tua perlu memberi masukan yang sifatnya membersarkan hati sekaligus memotivasi anak. tidak lulus bukan berarti dunia runtuh. namun jangan juga membesarkan hati, sampai membuat anak santai dan tidak belajar dari pengalamannya. orang tua juga harus menggunakan momen kegagalan ini sebagai sarana hidup pemberlajaran bagi anak, bahwa dalam hidup ini tidak semua hal yang dijalani akan berhasil.

so semangat, dan raih cita-cita mu dengan suka cita…..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s